Kegiatan

  • Agus mengirim sebuah pembaruan 3 minggu lalu

    Pernah baca satu artikel yang tidak menjelaskan secara detail, bahwa lebih baik membaca satu shalawat dari pada seribu shalawat tanpa memaknainya…

    Pertanyaanya bagaimana cara memaknai shalawat ketika kita membacanya? Kalau memang pake akal apa yang dipikirkan? Kalau memang pake hati apa yang kita rasakan? Sehingga kita bisa mencapai maksud dari memaknai… Terima kasih

    • Yang dimaksud di artikel itu pasti masalah pentingnya kualitas daripada kuantitas. Nggak cuma shalawat aja tapi apapun kalau jumlahnya banyak tapi tidak berkualitas pasti tidak berguna dibanding satu perbuatan yng dilakukan sebaik baiknya.
      Kalau menurut saya sih shalawat yang benar2 dihayati itu doa memohon kepada Allah untuk menyampaikan salam sejahteranya kepada Nabi dan Ahlul Baitnya atas dasar kecintaan kita.. meski nabi dan Ahlul Bait tidak butuh salam yang kita kirimkan tapi kita karena mencintai mereka butuh mengucapkan shalawat itu sebagai bukti kecintaan kita… wallahu a’lam.

      • Ohh, berarti harus dibarengi dengan hati yang didasari rasa cinta…
        Otomatis saya harus banyak mengenal kehidupan mereka supaya tumbuh rasa cinta…
        PR besar nih…

    • Kalau mau dipikirkan, kita bayangkan saja betapa banyak yang dikorbankan nabi untuk menghidayahi umat manusia. Mengucap sholawat tentunya barang kecil sekali yang hanya bisa kita lakukan sebagai bentuk terima kasih kepada beliau (berterima kasih dengan cara mendoakan).
      Kita anggap saja sholawat yang bermakna itu ungkapan terima kasih sebanyak-banyaknya yang tulus.

      • Ok, terima kasih semuanya, pikiran dan hati saya Insya Alloh tidak akan nganggur lagi ketika mengucapkan shalawat