Kegiatan

  • Agus mengirim sebuah pembaruan 6 bulan, 1 minggu lalu

    Terima kasih mas khsanahAB, mas yusuf reza atas penjelasan/komentarnya, jadi lega rasanya.

    Satu lagi pertanyaan/masalah yang saya hadapi, saya sebagai pemimpin rumah tangga punya istri dengan suni nya yang kuat, kami sering diskusi/debat sampai pada suatu kesimpulan saya nyerah tidak bisa membawa ke bahtera ahlul bayt, menurut mas2 apa tindakan saya selanjutnya? Apakah mutlak saya harus bisa membawa nya? Apakah ada pertanggung jawaban saya nanti di akhirat ketika menghadap Allah SWT, Rasulallah SAW, para imam as, terima kasih

    • Pada dasarnya ketika Mas Agus sudah berusaha menunjukkan jalan yang benar kepada istri, sekarang tinggal istri mau mengikuti atau tidak. Jadi Mas sudah menjalankan tugas sebagai kepala keluarga untuk membimbing keluarganya dan pertanggung jawabannya nanti hanya sampai di situ. Adapun anggota keluarga bersedia mengikuti arahan Mas atau tidak kelak mereka sendiri yang akan bertanggung jawab.
      Seperti nabi sendiri diutus sebagai pemberi peringatan dan penunjuk kebenaran, adapun umatnya mau ikut atau tidak kelak tiap individu umat yang akan ditanya dan masing-masing bertanggung jawab.
      Untuk kedepannya Mas Agus tinggal menjalani keseharian dengan menunjukkan kepada keluarga bagaimana sikap, tingkah laku dan akhlak seorang pengikut Ahlul Bait. Nanti pada suatu ketika insya Allah dengan melihat perilaku Anda yang baik, keluarga dengan sendirinya akan ikut.

      • Terima kasih atas pencerahannya, terasa nyaman kalo punya sahabat satu akidah, yang selama ini saya banyak bingung nya

    • Imam Ja’far Shadiq as pernah berkata, “Jadilah orang-orang yang berdakwah kepada umat manusia dengan selain lidah kalian” (Al Kafi Jilid 2 Hal 78)

      Maksudnya dakwah lewat perangai dan akhlak mulia. Kalau orang-orang melihat seperti apa baiknya perangai pengikut Ahlul Bait, mereka akan cenderung menerima Ahlul Bait dengan lebih mudah.